Sumatera Barat Berduka Diporak-porandakan Banjir Bandang, Korban Terus Bertambah

Asar Humanity

13 Mei 2024 11:50

Share

Sumatera Barat Berduka Diporak-porandakan Banjir Bandang, Korban Terus Bertambah

AsarNews, Sumatera Barat - Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (11/5/2024) dan Minggu (12/5/2024).

BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang lahar dingin di Sumatra Barat mencapai 37 orang.

Empat kabupaten terdampak cukup parah akibat kejadian ini antara lain Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu malam, terdapat 19 korban meninggal dunia di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Selain jumlah korban jiwa yang bertambah, korban hilang terdata sebanyak 2 jiwa, sementara 19 orang mengalami luka-luka,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu (12/5/2024).

Hingga kini, tim gabungan dari BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih terus mencari korban yang dilaporkan hilang. Proses evakuasi warga terdampak banjir bandang juga sudah dilakukan.

Abdul mengungkapkan, terdapat 159 warga di Kabupaten Agam yang telah evakuasi ke dua posko pengungsian. Sebanyak 60 jiwa dievakuasi ke gedung SMPN 1 Koto Tuo.

Selain itu, terdapat 74 warga diungsikan sementara ke gedung SDN 08 Kubang Putiah Duo Koto Panjang. Sedangkan 25 korban lainnya mengungsi ke sejumlah rumah warga.

Untuk di wilayah Tanah Datar, kata Abdul, terdapat lebih dari 84 keluarga yang terdampak banjir bandang.

“Hingga saat ini disamping melakukan upaya penanganan darurat, BPBD setempat juga masih terus melakukan pemutakhiran data dampak dari banjir dan tanah longsor tersebut,” kata Abdul Muhari.

Adapun banjir bandang ini mengakibatkan 193 rumah warga di Kabupaten Agam mengalami kerusakan. Sementara itu, di Tanah Datar, dilaporkan ada 84 rumah yang rusak ringan hingga berat.