Curah Hujan Tinggi, Kian Mengkhawatirkan Ribuan Penduduk Gaza yang Mengungsi

Asar Humanity

14 Dec 2023 11:38

Share

Curah Hujan Tinggi, Kian Mengkhawatirkan Ribuan Penduduk Gaza yang Mengungsi

AsarNews, Gaza - Angin msuim dingin yang kencang, hujan lebat, dan banjir semakin mempersulit kehidupan para warga di tenda pengungsian selama agresi Israel yang masih berlanjut.

Memburuknya kondisi cuaca dan intensifnya serangan Israel memperburuk kondisi hidup ribuan warga Palestina yang mengungsi yang memadati tempat penampungan di Gaza selatan dalam upaya untuk melarikan diri dari perang.

Angin kencang, hujan deras, dan banjir menerpa para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda, menambah kekhawatiran akan penyebaran penyakit di tempat penampungan yang penuh sesak dan tidak memiliki fasilitas pembuangan limbah yang memadai.

Kementerian Kesehatan wilayah Palestina melaporkan bahwa penyakit menular sedang menyebar. Lebih dari 360.000 kasus infeksi telah ditemukan di antara 1,9 juta orang yang mengungsi akibat serangan militer Israel.

Dalam laporan situasi terbaru mengenai kondisi di Gaza, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB melaporkan kasus meningitis, cacar air, penyakit kuning, dan infeksi saluran pernapasan atas.

AA-20231212-33168478-33168471-PALESTINIANS_BRAVE_HARSH_WEATHER_CONDITIONS_AMIDST_ONGOING_ISRAELI_ATTACKS_IN_GAZA-1702436612
 

PBB juga melaporkan bahwa hanya 11 dari 36 rumah sakit di wilayah kantong tersebut yang berfungsi dan mampu menerima pasien baru, meskipun layanannya terbatas.

Kementerian Kesehatan melaporkan tingkat keterisian pasien kini mencapai 206 persen di bagian rawat inap dan 250 persen di unit perawatan intensif.

Israel melanjutkan serangan militernya di Jalur Gaza pada 1 Desember setelah berakhirnya gencatan senjata kemanusiaan selama seminggu yang disepakati dengan Hamas.

Setidaknya 18.412 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 46.480 lainnya terluka dalam serangan udara dan darat tanpa henti di wilayah kantong tersebut sejak Hamas menyerang Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.150 orang dan membawa 240 tawanan kembali ke Gaza.